Senin, 27 Januari 2014

Perbedaan Microsoft Word dan Microsoft Excel

perbedaan ms word dan ms excel

1.microsoft word adalah program/aplikasi yang berfungsi untuk mengolah naskah paragraf, kalimat, kata, karakter. Jadi kita bisa menggunakannya untuk membuat draft Surat, Koran, Naskah, Makalah, Skripsi, dll asal itu semua berhubungan dengan Word ( Kata ).

2.microsoft excel adalah berupa text, angka/number, statistik, grafik, dll yang berhubungan dengan perhitungan angka. Di dalam Excel kita dengan mudah menjumlahkan, mengkalikan, membagi, serta melalukan berbagai operasi hitung matematika dasar. Selain itu terdapat juga fungsi logika matematika digital yang biasa disebut dengan Fungsi Logika IF (jika).

diatas adalah perbedaan secara pengertiann
ini tabelnya ada dibawahh

No
Ms. Excel
Ms. Word
1.
Terdapat kolom dan baris
Tidak terdapat kolom dan baris
2.
Terdapat name box
Tidak terdapat name box
3.
Terdapat formula bar
Tidak terdapat formula bar
4.
Tidak terdapat number of words dan page number in document
Terdapat number of words dan page number in document
5.
Toolbar terdiri dari : home, insert, page layout, formulas, data, review, dan view
Toolbar terdiri dari : home, insert, page layout, references, mailings, review, view, design dan layout
6.
Nama file default Book1
Name file default Document1
7.
Memakai sheet
Memakai page
8
Terdapat 2 kontrol jendela
Terdapat 1 kontrol jendela
9.
Tidak terdapat page number in document
Terdapat page number in document
10.
Tidak terdapat ruler
Terdapat ruler

Minggu, 26 Januari 2014

televisi

Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar.(Soerjokanto 2003:24)
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang digunakan untuk memancarkan dan menerima siaran gambar bergerak, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna, biasanya dilengkapi oleh suara. “Televisi” juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, rangkaian televisi atau pancaran televisi. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Kotak televisi yang pertama dijual pada akhir tahun 1930-an sudah menjadi salah satu alat penerima komunikasi utama dalam rumah, perdagangan dan institusi, khususnya sebagai sumber hiburan dan berita. Sejak 1970-an, kemunculan Video tape, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk menayangkan hasil rekaman.
Walaupun terdapat pula kegunaan televisi yang lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun kegunaan yang paling utama adalah penyiaran televisi yang menyamai sistem penyiaran radio ketika dibangun pada tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkuasa tinggi untuk menyiarkan gelombang televisi ke penerima TV.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui pancaran radio dalam saluran-saluran yang ditetapkan dalam jalur frekuensi 54-890 megahertzHYPERLINK


segitu dulu yaaa , thanks ~

Jumat, 06 Desember 2013

aneka permainan anak nagari di minangkabau



I . PEMBUKAAN
     Permainan Rakyat Minangkabau sebagai kesenian tradisional yang bersifat terbuka oleh rakyat dan untuk rakyat . sesuai dengan sistem masyarakatnya yang demokratis , yang mendukung falsafah persamaan dan kebersamaan antara manusia , karena sifat manusia yang terbuka dia mudah untuk menerima pengaruh dari budaya luar . hal ini juga disebabkan oleh suku bangsa minangkabau yang menerima dari pihak luar maupun kebiasaan marantau . Permainan anak nagari di pegang oleh perbedaan geografi darek dan pesisir . Permainan daerah seperti musik , tariannya dan seni bela dirinya . Sedangkan untuk wilayah pesisir seperti , gambus , kasidah ,gamat . Secara umum permainan anak nagari di Minangkabau terdiri dari , Pencak silat , randai , dan sepak rago .
Pencak silat minangkabau adalah seni beladiri yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau , Sumatra Barat , Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Masyarakat Minangkabau memiliki tabiat suka merantau semenjak beratus-ratus tahun yang lampau. Untuk merantau tentu saja mereka harus memiliki bekal yang cukup dalam menjaga diri dari hal-hal terburuk selama di perjalanan atau di rantau, misalnya diserang atau dirampok orang.
Randai adalah salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu.Cerita randai biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi Randai sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya juga disampaikan pesan dan nasihat. Semua gerakan randai dituntun oleh aba-aba salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang.
Sepak rago merupakan sebuah olahraga tradisional. Permainannya mirip sepak takraw. Bedanya, bola sepak rago terbuat dari daun kelapa muda yang dianyam dan berbentuk kubus. Jumlah pemain antara 5 – 10 orang. Dalam permainan sepak rago terdapat ajaran budi yang sangat tinggi, yakni seseorang dalam kehidupan memang harus lebih banyak berdialog dengan dirinya sendiri, berdiskusi, berbuat sesuatu untuk kesejahteraan hidupnya, dan tidak lupa bahwa ia berada di tengah masyarakat.


II . ISI
A . PENCAK SILAT
               Pencak silat adalah usaha yang dilakukan manusia baik jasmani maupun rohani untuk membela diri dari malapetaka . Pencak artinya permainan & silat artinya seni beladiri . Fungsi penak adalah untuk hiburan atau untuk pertunjukan . Pemain pencak silat di sebut anak silat ( anak silek ) .
               Sebagai seni beladiri , silat mempunyai 4 gerak dasar , gerak dasar itu adalah :
ü  Langkah
ü  Elak
ü  Tangkap
ü  Serang
Di Minangkabau silat mempunyai beberapa aliran yaitu :
*      Silek kumanggo dari Kabupaten Tanah Datar
*      Silek Lintau dari Tanah Datar
*      Silek Balubuih dari 50 kota
*      Silek Pauh dari Kota Padang
Fungsi silat diantaranya adalah :
Ø  Sebagai Bela Diri atau pertahanan
Ø  Membela kebenaran dan melawan kebathilan
Ø  Untuk kesehatan , karena silat juga bagian dari olah raga gerak badan
Ø  Hiburan ( pertunjukan ) lebih banyak dari Beladiri
B . RANDAI
               Randai adalah teater rakyat di Minangkabau , randai merupakan permainan yang dimainkan pada malam hari di lapangan terbuka . Randai adalah gabungan dari bermacam – macam pertunjukan seperti :
§  Dendang
§  Saluang
§  Rabab
§  Kaba dan Teater
Bentuk permainan randai adalah , sebagai berikut :
v  Berbentuk lingkaran
v  Melangkah kecil – kecil dengan gaya tarian , dan bernyanyi secara bergantian
v  Kadang – kadang mereka membuat langkah maju mundur , untuk memperkecil dan memperbesar lingkaran
v  Kemudian mereka berjalan sambil
     
               Semua gerakan randai dituntun oleh janang , randai biasanya diambil dari cerita lama yang telah diperturunkan dari generasi ke generasi . Ada cerita baru ( modern ) yang diangkat dari peristiwa yang terjadi pada saat itu . Cerita randai ini disebut “Kaba“ . Orang yang menyampaikan cerita itu disebut “ Tukang Kaba
Di daerah pariaman terkenal dengan cerita randai “Simarantang” karena pemain dalam membahas adegan merentang – merentang tangannya sesama pemain .
Fungsi dari randai adalah :
*      Untuk hiburan
*      Untuk penyampai
*      Pesan / nasehat 
*      Untuk pendidikan
Kaba yang dipentaskan adalah :
ü  Sabai nan aluih
ü  Gadih basanai
ü  Cindua mato
ü  Puti galang banyak
ü  Mayang taurai
ü  Rambun pamenan
ü  Rancak di labuah
ü  Anggun nan tongga
ü  Malin kundang
ü  Magek manandih
C . SEPAK RAGO
               Sepak rago adalah permainan yang berbentuk lingkaran , jumlah pemain berkisar antara 5 sampai 15 orang , dan bolanya terbuat dari daun kelapa yang dibuang lidihnya , kemudian berubah menjadi bola yang terbuat dari rotan permainan ini dilakukan pada sore hari . Permainan ini hampir sama dengan permainan sepak takraw , kalau takraw menggunakan lapangan bergaris – garis
Fungsi dari permainan :
Ø  Untuk berolah raga
Ø  Untuk gerak badan

III . PENUTUP
             
               Permainan yang berasal dari MinangKabau patut di lestarikan , beberapa permainan yang berasal dari MinangKabau yang harus dilestarikan adalah PENCAK SILAT , RANDAI , dan SEPAK RAGO ,
KESIMPULAN :
§      Jenis permainan anak nagari di Minangkabau adalah :
ü  Pencak Silat
ü  Randai
ü  Sepak Rago
§      Pencak silat adalah permainan dalam bentuk perkelahian pura – pura
§      Randai yaitu gabungan dari bermacam – macam pertunjukan seperti : dendang , rabab , saluang , tari , nyanyi , kaba , dan teater
§      Sepak rago yaitu permainan yang dilakukan pada sore hari di lapangan terbuka , dan jumlah pemainnnya antara 5 sampai 15 orang .

Sudut Pandang Orang Ketiga Sebagai Pengamat



Dalam sudut pandang ”dia” terbatas, seperti halnya dalam”dia”mahatahu, pengarang melukiskan apa yang dilihat, didengar, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh cerita, namun terbatas hanya pada seorang tokoh saja atau terbatas dalam jumlah yang sangat terbatas. Tokoh cerita mungkin saja cukup banyak, yang juga berupa tokoh ”dia”, namun mereka tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan sosok dirinya seperti halnya tokoh pertama.

Contoh:
Entah apa yang terjadi dengannya. Datang-datang ia langsung marah. Memang kelihatannya ia punya banyak masalah. Tapi kalau dilihat dari raut mukanya, tak hanya itu yang ia rasakan. Tapi sepertinya ia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat,dan rambutnya kusut berminyak seperti satu minggu tidak terbasuh air. Tak satu pun dari mereka berani untuk menegurnya, takut menambah amarahnya.

Contoh :

Si Dali bukan orang biasa. Sudah jadi tokoh. Bahkan tokoh luar biasa. Hidupnya selalu dalam cahaya yang bersinar terang.  Gemerlap dengan warna-warni yang aduhai indahnya. Lebih dari pelakon utama di atas panggung sandiwara.  Karena pelakon Julius Casar, atau King Lear, atau Macbeth hanya gemerlap pada sebatas bidang panggung. Apalagi bila layar panggung telah turun atau di luar gedung sandiwara para pelakon kembali jadi manusia biasa. Adakalanya mereka menjadi seperti orang kere yang selesai melakonkan Gatotkaca pada wayang wong masa lalu. Sedangkan Si Dali berada seperti pada panggung dunia yang tak lagi dibatasi oleh sepadan negara. Kata orang, Si Dali jadi begitu karena dia tidak pernah hidup dalam kegelapan. Kegelapan malam maupun kegelapan siang. Artinya dia hidup selalu dalam terang benderang, penuh cahaya.
       Makanya Si Dali terus diiringi bayang-bayang. Bayang- bayang yang banyak. Ada yang pendek ada yang panjang, ada yang gemuk ada yang kurus. Tentu saja ke mana pun dia pergi selalu diiringi bayang-bayang. Karena memang bayang-bayang itu bayang-bayangnya sendiri. Sebagai bayang-bayang, bayang-bayang itu senantiasa meniru apa saja yang dilakukan Si Dali. Baik Si Dali makan, tidur, atau jalan-jalan. Tak sekalipun bayang-bayang itu terpisah dari dia. Dan Si Dali yakin benar, bayang-bayang itu ada karena dia.
       Tanpa dia, bayang-bayang itu semua sirna. Karena itu semua bayang-bayang memerlukannya. Sangat memerlukannya.Berbeda dengan orang lain, yang tidak pernah peduli dengan bayang- bayangnya sendiri. Karena mereka suka hidup bergelap-gelap di tempat gelap. Seolah-olah bayang-bayang tidak menjadi makhluk penting.
       "Bayangkan", kata Si Dali pada bayang- bayangnya sendiri ketika dia lagi nongkrong di closet. "Jenis manusia apa yang hidup tanpa bayang-bayang, selain manusia gelap yang suka bergelap-gelap?"
         Si Dali juga membiarkan bayang-bayang menirukan dengan amat persis apa saja yang dilakukan Si Dali. Apa salahnya bilamana semua bayang-bayang itu meniru apa yang dilakukannya. Karena peniruan tidak merugikannya.  Bagaimana pun persisnya peniruan itu, satu hal yang tidak akan diperoleh bayang-bayang, yaitu serba kenikmatan yang diregup Si Dali. "Tirulah oleh kalian serba apa yang aku lakukan, tapi jangan coba-coba berkhayal akan ikut menikmati apa yang aku regup. Karena serba kenikmatan bukan hak kalian. Itulah adalah aksioma."