Rabu, 18 September 2019

Dimensi Teknis Media Relations



Dimensi Teknis Media Relations

Related image

Dimensi teknis media relations terdiri atas :
1.      Publisitas

      Publisitas berasal dari kata “publicare” yang berarti “untuk umum”. Pengertian publisitas lainnya :

Segala informasi atau tindakan yang membawa seseorang individu menjadi dikenal publik. Kegiatan menempatkan berita mengenai seseorang, organisasi atau perusahaan di media massa.
Kegiatan perusahaan untuk melaporkan berita-berita mengenai bisnisnya. Segala kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan perusahaan atau produknya kepada masyarakat melalui media massa.

Pengertian publisitas menurut para ahli :

Menurut Herbert M. Baus yaitu sebagai pesan yang direncanakan, dieksekusi, dan didistribusikan melalui media tertentu untuk memenuhi kepentingan publiknya tanpa membayar pada media.

Menurut Newson, Truck, Kruckeberg yaitu berita-berita tentang seseorang, produk atau pelayanan yang muncul pada suatu ruang.

Publikasi adalah kegiatan mengenalkan perusahaan sehingga umum (publik dan masyarakat) dapat mengenalnya. Publikasi berbeda dengan publisitas, perbedaannya terletak pada media yang digunakan.

2.      Penulisan Siaran Pers
        SIARAN pers adalah naskah berita atau informasi yang dibuat oleh praktisi humas (PR/Public Relations Officer) sebuah lembaga atau organisasi untuk dipublikasikan di media massa.

Isi siaran pers biasanya berupa data atau informasi tentang sebuah kegiatan –pra ataupun pasca. Naskah siaran pers yang disampaikan kepada wartawan atau kantor redaksi media melalui email, fax, atau surat.

Karena berasal dari lembaga formal, maka siaran pers umumnya juga formal. Ada format khusus dalam naskah siaran pers, salah satunya seperti disarankan Media College sebagai berikut:
1.      Bagian atas naskah berisi "Untuk Disiarkan Segera" atau "Untuk Disiarkan Tanggal ..."
2.      Headline. Judul siaran pers, layaknya judul berita yang harus menggambarkan isi siaran pers.
3.      Dateline. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal.
4.      Body. Konten atau isi siaran pers, terdiri dari Lead (Teras) dan Tubuh Berita (Body).
5.      Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis.
6.      Informasi Kontak. Setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, no. telepon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person) yang bisa dihubungi. 

3.      Pengiriman Siaran Pers
  •       Berita, Press release yang di kirim ke redaksi adalah murni kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat/ perusahaan/ kantor dalam kegiatan positif.
  • Berita, Press release produk asli karya tulis sendiri dan tidak mengandung unsur pornografi, SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan).
  •       Berita, Press release bukan berupa iklan dan tidak bersifat komersial dan press release yang di tayangkan adalah tanggung jawab penulis.
  •       Berita, Press release di kirim dengan disertai SCAN KTP (Kartu Tanda Penduduk) asli ke email redaksi
  •       Redaksi berhak mengedit, maupun mempersingkat isi artikel apabila terlalu panjang. Tulisan maksimal delapan (8) paragraph, singkat, padat dan jelas, tidak bertele-tele.
  •       Redaksi juga berhak tidak menaikan Berita, Press release yang tidak memenuhi syarat dengan tanpa diganggu gugat.
4.      Persiapan Konferensi Pers
      Sebagai praktisi Public Relations, tentu sudah sangat familiar dengan keberadaan konferensi pers. Aktivitas jumpa pers ini adalah bagian dari membangun dan mempertahankan hubungan dengan media (media relations). Konferensi pers adalah acara khusus yang dibuat sebagai sarana untuk mengumumkan, menjelaskan, mempertahankan atau mempromosikan kebijakan dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan penerimaan publik pada pihak pemrakarsa acara.

Sedangkan menurut Soemirat & Ardianto, konferensi pers adalah suatu kegiatan mengundang wartawan untuk berdialog, dengan materi yang telah disiapkan secara matang oleh pemimpin rapat, sedangkan sasaran pertemuan itu diharapkan dapat dimuat media massa lewat wartawan yang diundang.


5.      Pelaksanaan Konferensi Pers
   Untuk media televisi, konferensi per situ bisa dilangsungkan di tempat yang sudah ditentukan oleh tokoh/pejabat. Dalam hal seperti ini televisi biasanya akan datang dengan kamera film atau video dan reporternya. Tetapi konferensi pers semacam itu dapat juga dilakukan di studio televisi (baik siaran hidup atau live broadcast maupun direkam lebih dahulu).
    Yang hadir adalah pejabat/tokoh yang bersangkutan serta wartawan-wartawan dari berbagai media seperti surat kabar majalah, dan kantor berita serta televisi. 
      Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam konferensi pers, yaitu :
  •    Jangan mendominasi suasana, tetapi berilah juga kesempatan kepada wartawan lain untuk mengajukan pertanaan-pertanyaan.
  •     Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan wartawan lain sama bergunanya dengan pertanyaan anda sendiri.
  •     Jangan meninggalkan ruangan sebelum konferensi per situ selesai. Ini menyangkut sopan santun.
6.      Evaluasi Konferensi Pers
        Yang tak kalah penting adalah mengindentifikasi hal-hal yang mungkin saja akan menjadi poin negatif bagi keberhasilan program itu, dan menyiapkan strategi/taktik untuk meminimalisir. Hal-hal di atas baru berupa content. Ada faktor lain yang berperan penting, yaitu context, siapa yang menyampaikan pesan tersebut. Apakah dia acceptable dan dikenal oleh media. Acceptable di sini lebih condong pada kompetensi yang relevan dan diakui para wartawan, dan komunikatif. Dalam pengalaman, bisa juga perusahaan melibatkan expert person untuk menjadi spokesperson di acara ini. Pernyataan dari expert person mengenai program/produk baru perusahaan diharapkan akan mampu memberi nilai lebih pada berita yang akan ditulis media. Yang penting, dan acapkali diabaikan, adalah evaluasi. Baik ketika program itu berhasil, maupun ketika dianggap gagal, evaluasi perlu dilakukan Karena, evaluasi sangat dibutuhkan ketika akan melakukan kegiatan serupa di masa mendatang. Seperti pepatah mengatakan, bahwa kita selalu bisa belajar dari pengalaman atau kejadian yang sudah lewat. 

Apakah Ada Ruang Lingkup dari PR Online?


Apakah Ada Ruang Lingkup dari PR Online?

Image result for ruang lingkup public relations online

Sebelum membahas ruang lingkup PR Online, terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang definisi dari PR Online itu sendiri. PR Online merupakan suatu kegiatan praktisi Public Relations (PR) serta pemasaran suatu organisasi atau perusahaan melalui media internet. Tugas PR Online sendiri tidak jauh berbeda dengan tugas praktisi PR yang lainnya. Tugas yang akan dilakukan oleh seorang PR Online berupa : membangun merk (brand), memelihara kepercayaan masyarakat atau perusahaan lain. Target utama yang harus dijalankan oleh PR Online yaitu reputasi online (e-reputations), brand awarness, dan trust.
PR Online sendiri harus melibatkan pengelolaan produksi artikel dan siaran pers yang akan dipublikasikan secara online. Sebagai seorang PR, tidak hanya menguasai keahlian di bidang berkomunikasi dan menulis saja, tetapi juga dituntut harus mampu beradaptasi dengan teknologi. Hal tersebut dikatakan, karena pada saat sekarang ini kemajuan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi sangat berkembang secara pesat. PR Online disini melakukan pekerjaan dengan menggunakan jaringan internet sebagai media ia bekerja. Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi sendiri membawa PR pemerintah maupun PR organisasi dan perusahaan melakukan penyebaran informasi melalui media sosial dan jejaring sosial, bahkan sudah hampir seluruh instansi pemerintah menggunakan website sendiri. Hal ini dapat meningkatkan hubungan baik antara PR dengan khalayaknya dan informasi yang diberikan lebih cepat sampai dan dapat diakses dimana saja tanpa ada batasannya.
Ruang Lingkup dari PR Online yaitu:
1.      Online PR Skills
2.      Geografi Media Sosial
3.      Blogging
4.      Social Media Management
5.      Google, Trends, Analytic
6.      E-Newsletter
7.      E-Magazine
8.      Search Engine Optimization
9.      Corporate Blogging
10.  Corporate Jurnalism
11.  Online Writing & Advertisement

Minggu, 01 September 2019

Public Relations on the Internet


Public Relations on the Internet

Image result for public relation

Public relations adalah sebuah usaha atau pekerjaan berupa jasa, yang direncanakan dengan sengaja dan terus menerus untuk mempertahankan dan membangun suatu hubungan yang baik antara organisasi atau perusahaan dengan masyarakat. Public relations merupakan sebuah proses yang menjalin komunikasi antara organisasi atau perusahaan dengan pihak luar. Menurut Maria (2002,p.7) Public relations adalah interaksi yang menciptakan opini publik sebagai sesuatu yang menguntungkan kedua belah pihat, dan profesi yang profesional menurut bidangnya karena merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan dan merupakan hal utama untuk kelangsungan hidup organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Public relations sendiri berorientasi kepada perushaan untuk membangun citra positif perushaan dimata masyarakat sehingga menimbulkan opini yang baik untuk konsumen.

Pulic relations sendiri memiliki banyak tujuan yang sesuai dengan perusahaan ataupun organisasi yang bersangkutan, diantaranya :
·        Mengembangkan citra perusahaan kepada publik, konsumen, dan perusahaan lainnya.
·        Membangun pengenalan merk dan pengetahuan merk perusahaan
·        Mengenalkan perusahaan kepada khalayak masyarakat
·        Membuka pangsa pasar yang baru
·        Memperbaiki hubungan masyarakat dengan perusahaan, jika terjadi suatu konflik yang menyebabkan citra perusahaan menurun
·        Menciptakan identitas perusahaan yang baru (re-branding)
·        Menyebarkan hal – hal yang telah berhasil dilakukan oleh perusahaan atau organisasi, agar terbentuknya citra yang baik dikalangan masyarakat.

Public relations berfungsi sebagai wadah penghubung  yang menjembatanin antara perusahaan dengan masyarakat. Public relations juga berfungsi sebaai wadah bagi  perusahaan untuk memelihara, mempertahankan, dan mengembangkan sebuah organisasi atau perusahaan dengan menggunakan komunikasi timbal balik untuk mengatasi masalah yang muncul serta meminimalisir masalah. Bukan hanya itu, public relations dapat dikatakan sebagai nafas dari sebuah perusahaan dan harus memberi identitas terhadap organisasi atau perusahaan tempat ia mengabdi dan mengkomunikasikannya kepada publik agar dapat dipercaya dan organisasi atau perusahaan tersebut juga dapat pengertian yang jelas dimata masyarakat.

Public relations memiliki peran yang hampir mirip dengan CSR (Corporate Social Responsibility). Perannya adalah melakukan pendekaan epada masyarakat dan memahami berbagai kebutuhan yang harus dilakukan perusahaan terhadap masyarakat agar citra perusahaan tersebut tetap baik. Hal yang dilakukan oleh public relations dapat dilakukan dengan berbagai alternatif komunikasi, dimulai dari komunikasi langsung (face to face) dengan pihak yang bersangkutan, secara tidak langsung, atau bahkan dapat melali onine melalui media sosial atau pers. Seorang public relations tidak hanya membutuhkan keahlian pandai bicara saja, tetapi harus mampu menjalin relasi yang luas dengan khalayak, mampu menganalisis kebutuhan perusahaan, dan juga harus memiliki kemampuan menulis yang baik.

Public Relations Online
Semakin berkembangnya zaman, maka tidak luptu juga dari perkembangan teknologi yang salah satu dari perkembangan ini adalah internet. Munculnya internet membawa banyak dampak bagi seluruh kehidupan baik itu positif ataupun negatif. Perubahan yang terjadi tidak hanya di dalam bisnis, tetapi institusi media juga tidak luput dari perubahan tersebut, termasuk juga bagi dunia public relations. Perkembangan public relations sendiri tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi. Pengaruh teknologi tersebut menyebabkan kegiatan public relations mengeluarkan perspektif baru dan memunculkan istilah Net PR, Cyber PR, dan banyak nama lainnya di dunia cyber (dunia maya). Public relations sendiri merupakan salah satu profesi yang tidak bisa menghindar dari kemajuan teknologi komunikasi yang biasa disebut sebagai internet ini. Bahkan pada zaman sekarang, sudah banyak program seorang pubic relations maupun konsultan public relations yang menawarkan jasanya melalui ranah internet, baik media sosial atau melalui situs – situs yang terpasang di berbagai jejaring internet yang diakses oleh hampir seluruh kalangan masyarakat.

Berkembangnya public relations dalam teknologi komunikasi di internet, menyebabkan perubahan terhadap pola komunikasi yang dilakukan oleh praktisi public relations sendiri. Internet membawa praktisi public relations mampu menjangkau public yang lebih luas lagi dan membantu untuk mencapai sasarannya secara langsung. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh praktisi public relations melalui penggunaan internet berupa :
·        Seorang public relations harus menyadari bahwa khalayak dapat mengakses press release yang dikirimkan oleh public relations tersebut melalui internet dan dengan kata kata yang mudah dipahami oleh masyarat
·        Public relations dapat membuat mailing list dari publiknya
·        Membantu publik agar dapat mengakses press release di dalam home page yang ada di Web World Wide (WWW)

Internet sangat bermanfaat untuk membantu seorang praktisi Public Relations untuk mempertahankan hubungannya antara internal dengan eksternalnya. Masyarakat sendiri tentunya akan sangat bergantung terhadap public reations untuk mendapatkan informasi yang terpercaya dan mudah diakses. Keberhasilan seorang public relations sendiri tergantung dengan siapa publiknya, bagaimana strategi yang digunakan, apakah dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam membina hubungan yang baik terhadap publik.

Sumber :